<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Otakkardus's Blog</title>
	<atom:link href="http://otakkardus.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://otakkardus.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Dec 2008 17:43:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='otakkardus.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Otakkardus's Blog</title>
		<link>http://otakkardus.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://otakkardus.wordpress.com/osd.xml" title="Otakkardus&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://otakkardus.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cermin Anak</title>
		<link>http://otakkardus.wordpress.com/2008/12/01/cermin-anak/</link>
		<comments>http://otakkardus.wordpress.com/2008/12/01/cermin-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 17:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otakkardus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkardus.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Cermin Anak Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama. Pentas drama yang meriah, dengan pemain yang semuanya siswa-siswi di sana. Setiap anak mendapat peran, dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru akan memberikan hadiah kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas. Di depan panggung, semua orangtua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=134&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cermin Anak</strong></p>
<p>Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama. Pentas drama yang meriah, dengan pemain yang semuanya siswa-siswi di sana. Setiap anak mendapat peran, dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru akan memberikan hadiah kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas.</p>
<p>Di depan panggung, semua orangtua murid ikut hadir dan menyemarakkan acara itu.</p>
<p>Lakon drama berjalan dengan sempurna. Semua anak tampil dengan maksimal. Ada yang berperan sebagai petani, lengkap dengan cangkul dan topinya, ada juga yang menjadi nelayan, dengan jala yang disampirkan di bahu. Di sudut sana, tampak pula seorang anak dengan raut muka ketus, sebab dia kebagian peran pak tua yang pemarah, sementara di sudut lain, terlihat anak dengan wajah sedih, layaknya pemurung yang selalu menangis. Tepuk tangan dari para orangtua dan guru kerap terdengar, di sisi kiri dan kanan panggung. <span id="more-134"></span></p>
<p>Tibalah kini akhir dari pementasan drama. Dan itu berarti, sudah saatnya Pak Guru mengumumkan siapa yang berhak mendapat hadiah. Setiap anak tampak berdebar dalam hati, berharap mereka terpilih menjadi pemain drama yang terbaik. Dalam komat-kamit mereka berdoa, supaya Pak Guru akan menyebutkan nama mereka, dan mengundang ke atas panggung untuk menerima hadiah. Para orangtua pun ikut berdoa, membayangkan anak mereka menjadi yang terbaik.</p>
<p>Pak Guru telah menaiki panggung, dan tak lama kemudian ia menyebutkan sebuah nama. Ahha&#8230; ternyata, anak yang menjadi pak tua pemarah-lah yang menjadi juara. Dengan wajah berbinar, sang anak bersorak gembira. &#8220;Aku menang&#8230;&#8221;, begitu ucapnya. Ia pun bergegas menuju panggung, diiringi kedua orangtuanya yang tampak bangga. Tepuk tangan terdengar lagi. Sang orangtua menatap sekeliling, menatap ke seluruh hadirin. Mereka bangga.</p>
<p>Pak Guru menyambut mereka. Sebelum menyerahkan hadiah, ia sedikit bertanya kepada sang &#8220;jagoan, &#8220;Nak, kamu memang hebat. Kamu pantas mendapatkannya. Peranmu sebagai seorang yang pemarah terlihat bagus sekali. Apa rahasianya ya, sehingga kamu bisa tampil sebaik ini? Kamu pasti rajin mengikuti latihan, tak heran jika kamu terpilih menjadi yang terbaik..&#8221; tanya Pak Guru. &#8220;Coba kamu ceritakan kepada kami semua, apa yang bisa membuat kamu seperti ini&#8230;&#8221;</p>
<p>Sang anak menjawab, &#8220;Terima kasih atas hadiahnya Pak. Dan sebenarnya saya harus berterima kasih kepada Ayah saya di rumah. Karena, dari Ayah lah saya belajar berteriak dan menjadi pemarah. Kepada Ayah-lah saya meniru perilaku ini. Ayah sering berteriak kepada saya, maka, bukan hal yang sulit untuk menjadi pemarah seperti Ayah.&#8221;</p>
<p>Tampak sang Ayah yang mulai tercenung. Sang anak mulai melanjutkan, &#8220;&#8230;Ayah membesarkan saya dengan cara seperti ini, jadi peran ini, adalah peran yang mudah buat saya&#8230;&#8221;</p>
<p>Senyap. Usai bibir anak itu terkatup, keadaan tambah senyap.<br />
Begitupun kedua orangtua sang anak di atas panggung, mereka tampak tertunduk. Jika sebelumnnya mereka merasa bangga, kini keadaannya berubah. Seakan, mereka berdiri sebagai terdakwa, di muka pengadilan. Mereka belajar sesuatu hari itu. Ada yang perlu diluruskan dalam perilaku mereka.<br />
(swaramerdeka)</p>
<br />Posted in Motivasi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkardus.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkardus.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkardus.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkardus.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkardus.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkardus.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkardus.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkardus.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkardus.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkardus.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkardus.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkardus.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkardus.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkardus.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=134&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkardus.wordpress.com/2008/12/01/cermin-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db8cc8ce396aa0400fb5510edfe93d8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dolknoll</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Jangan Tertidur</title>
		<link>http://otakkardus.wordpress.com/2008/12/01/hidup-jangan-tertidur/</link>
		<comments>http://otakkardus.wordpress.com/2008/12/01/hidup-jangan-tertidur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 17:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otakkardus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[dan akhirnya meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[dolknoll]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Jangan Tertidur]]></category>
		<category><![CDATA[membesarkan anak]]></category>
		<category><![CDATA[mencari nafkah]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[Mereka lahir]]></category>
		<category><![CDATA[tumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[wahyu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkardus.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Hidup Jangan Tertidur Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani hidup ini dalam keadaan &#8221;tertidur.&#8221; Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam keadaan &#8221;tertidur.&#8221; Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=131&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup Jangan Tertidur</p>
<p>Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani hidup ini dalam keadaan &#8221;tertidur.&#8221; Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam keadaan &#8221;tertidur.&#8221;<br />
<span id="more-131"></span><br />
Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Anda tahu di mana menyimpan uang. Anda pun tahu persis nomor pin Anda. Dan Andapun menyerahkan uang Anda pada orang tidak dikenal. Anda tahu, tapi tidak sadar. Karena itu, Anda bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda.</p>
<p>Pengertian menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Anda tahu berolah raga penting untuk kesehatan, tapi Anda tidak juga melakukannya. Anda tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi Anda menikmatinya. Anda tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi Anda tidak dapat menahan godaan. Itulah contoh tahu tapi tidak sadar!</p>
<p>Kematian mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, lalu tiba-tiba saja meninggal. Bayangkan kalau Anda sedang menonton film di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik padam. Petugas bioskop berkata, &#8221;Silakan Anda pulang, pertunjukan sudah selesai!&#8221; Anda protes, bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali. Tapi, si penjaga hanya berkata tegas, &#8221;Pertunjukan sudah selesai, listriknya tidak akan pernah hidup kembali.&#8221;</p>
<p>Hidup ini seringkali menipu dan meninabobokan orang. Untuk menjadi bangun kita harus sadar mengenai tiga hal, yaitu siapa diri kita, darimana kita berasal, dan ke mana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi.</p>
<p>Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin, &#8221;Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi.&#8221; Manusia bukanlah &#8221;makhluk bumi&#8221; melainkan &#8221;makhluk langit.&#8221; Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan &#8221;rumah&#8221; untuk mencari &#8221;rumah&#8221; yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.</p>
<p>Coba Anda resapi paragraf diatas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Kalau Anda menyadari hal ini, Anda tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bila Anda sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup! Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulkan kekayaan &#8212; apalagi dengan menyalahgunakan jabatan &#8212; kalau hasilnya tidak dapat Anda nikmati selama-lamanya. Apalagi Anda sudah merusak jiwa Anda sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi.</p>
<p>Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang pahit tersebut agar kita sadar?<br />
Jawabnya: ya! Tapi kalau Anda merasa cara tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah: Belajarlah MENDENGARKAN. Dengarlah dan belajarlah dari pengalaman orang lain. Bukalah mata dan hati Anda untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma Anda. Sayang, banyak orang yang mendengarkan semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya bangun.</p>
<p>(republika)</p>
<br />Posted in Motivasi Tagged: dan akhirnya meninggal, dolknoll, Hidup Jangan Tertidur, membesarkan anak, mencari nafkah, menikah, Mereka lahir, tumbuh, wahyu <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkardus.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkardus.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkardus.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkardus.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkardus.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkardus.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkardus.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkardus.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkardus.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkardus.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkardus.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkardus.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkardus.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkardus.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=131&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkardus.wordpress.com/2008/12/01/hidup-jangan-tertidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db8cc8ce396aa0400fb5510edfe93d8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dolknoll</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KALIAN CETAK KAMI JADI BANGSA PENGEMIS, LALU KALIAN PAKSA KAMI MASUK MASA PENJAJAHAN BARU,</title>
		<link>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/kalian-cetak-kami-jadi-bangsa-pengemis-lalu-kalian-paksa-kami-masuk-masa-penjajahan-baru/</link>
		<comments>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/kalian-cetak-kami-jadi-bangsa-pengemis-lalu-kalian-paksa-kami-masuk-masa-penjajahan-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 20:58:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otakkardus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[BARU]]></category>
		<category><![CDATA[KALIAN CETAK KAMI JADI BANGSA PENGEMIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kata Si Toni]]></category>
		<category><![CDATA[LALU KALIAN]]></category>
		<category><![CDATA[MASA PENJAJAHAN]]></category>
		<category><![CDATA[PAKSA KAMI MASUK]]></category>
		<category><![CDATA[Taufik Ismail]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkardus.wordpress.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[KALIAN CETAK KAMI JADI BANGSA PENGEMIS, LALU KALIAN PAKSA KAMI MASUK MASA PENJAJAHAN BARU, Kata Si Toni (Karya Taufik Ismail) Kami generasi yang sangat kurang rasa percaya diri Gara-gara pewarisan nilai, sangat dipaksa-tekankan Kalian bersengaja menjerumuskan kami-kami Sejak lahir sampai dewasa ini Jadi sangat tepergantung pada budaya Meminjam uang ke mancanegara Sudah satu keturunan jangka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=123&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KALIAN CETAK KAMI JADI BANGSA PENGEMIS,<br />
LALU KALIAN PAKSA KAMI<br />
MASUK MASA PENJAJAHAN BARU,<br />
Kata Si Toni<br />
(Karya Taufik Ismail)</p>
<p>Kami generasi yang sangat kurang rasa percaya diri<br />
Gara-gara pewarisan nilai, sangat dipaksa-tekankan<br />
Kalian bersengaja menjerumuskan kami-kami<br />
Sejak lahir sampai dewasa ini<br />
Jadi sangat tepergantung pada budaya<br />
Meminjam uang ke mancanegara<br />
Sudah satu keturunan jangka waktunya<br />
Hutang selalu dibayar dengan hutang baru pula<br />
Lubang itu digali lubang itu juga ditimbuni<br />
Lubang itu, alamak, kok makin besar jadi<br />
Kalian paksa-tekankan budaya berhutang ini<br />
Sehingga apa bedanya dengan mengemis lagi<br />
Karena rendah diri pada bangsa-bangsa dunia<br />
Kita gadaikan sikap bersahaja kita<br />
Karena malu dianggap bangsa miskin tak berharta<br />
Kita pinjam uang mereka membeli benda mereka<br />
Harta kita mahal tak terkira, harga diri kita<br />
Digantung di etalase kantor Pegadaian Dunia<br />
Menekur terbungkuk kita berikan kepala kita bersama<br />
Kepada Amerika, Jepang, Eropa dan Australia<br />
Mereka negara multi-kolonialis dengan elegansi ekonomi<br />
Dan ramai-ramailah mereka pesta kenduri<br />
Sambil kepala kita dimakan begini<br />
Kita diajarinya pula tata negara dan ilmu budi pekerti<br />
Dalam upacara masuk masa penjajahan lagi<br />
Penjajahnya banyak gerakannya penuh harmoni<br />
Mereka mengerkah kepala kita bersama-sama<br />
Menggigit dan mengunyah teratur berirama</p>
<p>Sedih, sedih, tak terasa jadi bangsa merdeka lagi<br />
Dicengkeram kuku negara multi-kolonialis ini<br />
Bagai ikan kekurangan air dan zat asam<br />
Beratus juta kita menggelepar menggelinjang<br />
Kita terperangkap terjaring di jala raksasa hutang<br />
Kita menjebakkan diri ke dalam krangkeng budaya<br />
Meminjam kepeng ke mancanegara<br />
Dari membuat peniti dua senti<br />
Sampai membangun kilang gas bumi<br />
Dibenarkan serangkai teori penuh sofistikasi<br />
Kalian memberi contoh hidup boros berasas gengsi<br />
Dan fanatisme mengimpor barang luar negeri<br />
Gaya hidup imitasi, hedonistis dan materialistis<br />
Kalian cetak kami jadi Bangsa Pengemis<br />
Ketika menadahkan tangan serasa menjual jiwa<br />
Tertancap dalam berbekas, selepas tiga dasawarsa<br />
Jadilah kami generasi sangat kurang rasa percaya<br />
Pada kekuatan diri sendiri dan kayanya sumber alami<br />
Kalian lah yang membuat kami jadi begini<br />
Sepatutnya kalian kami giring ke lapangan sepi<br />
Lalu tiga puluh ribu kali, kami cambuk dengan puisi ini</p>
<p>1998</p>
<p>- Taufik Ismail</p>
<br />Posted in Artikel Tagged: BARU, KALIAN CETAK KAMI JADI BANGSA PENGEMIS, Kata Si Toni, LALU KALIAN, MASA PENJAJAHAN, PAKSA KAMI MASUK, Taufik Ismail <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkardus.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkardus.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkardus.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkardus.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkardus.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkardus.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkardus.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkardus.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkardus.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkardus.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkardus.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkardus.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkardus.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkardus.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=123&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/kalian-cetak-kami-jadi-bangsa-pengemis-lalu-kalian-paksa-kami-masuk-masa-penjajahan-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db8cc8ce396aa0400fb5510edfe93d8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dolknoll</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Pujian</title>
		<link>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/kekuatan-pujian/</link>
		<comments>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/kekuatan-pujian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 20:47:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otakkardus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[dorongan]]></category>
		<category><![CDATA[Kekuatan Pujian]]></category>
		<category><![CDATA[penyanyi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkardus.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Ini kisah nyata tentang seorang penyanyi terkenal di Eropa, wanita bersuara bagus. Dia bersuamikan seorang pemusik dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada, birama, dan hal lain di bidang musik, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika isterinya menyanyi. Kalau isterinya menyanyi, selalu saja ada komentar dan kritik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=120&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini kisah nyata tentang seorang penyanyi terkenal di Eropa, wanita bersuara bagus. Dia bersuamikan seorang pemusik dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada, birama, dan hal lain di bidang musik, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika isterinya menyanyi.</p>
<p>Kalau isterinya menyanyi, selalu saja ada komentar dan kritik seperti; bagian depan kurang tinggi. Lain kali dia berkata, bagian ini kurang pelan. Kali lain dia mengkritik, &#8220;bagian akhir harusnya &#8220;kres&#8221;.. naik sedikit. Selalu saja ada komentar pedas yang dia lontarkan kalau isterinya menyanyi dan bersenandung. Akhirnya wanita itu malas menyanyi. Dia berkeputusan &#8220;Wah, tidak usah menyanyi saja, jika semua salah. Malah kadang menjadi pertengkaran&#8230;&#8221;<br />
<span id="more-120"></span><br />
Singkat cerita, karena suatu musibah, sang suami meninggal dan lama setelah itu si wanita menikah lagi dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu soal musik. Yang ia tahu isterinya bersuara bagus dan dia selalu memuji isterinya kalau bernyanyi.</p>
<p>Suatu ketika isterinya bertanya, &#8220;Pak, bagaimana laguku?&#8221;</p>
<p>Dia menjawab antusias, &#8220;Ma, saya ini selalu ingin cepat pulang karena mau dengar engkau menyanyi.&#8221;</p>
<p>Lain kali dia berkata, &#8220;Ma, kalau saya tidak menikah dengan engkau, mungkin saya sudah tuli karena bunyi dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi pipa lainnya yang saya dengar sepanjang hari kalau saya bekerja. Sebelum saya menikah denganmu, saya sering mimpi dan terngiang-ngiang suara gergaji yang tidak mengenakkan itu ketika tidur. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyanyi, lagumulah yang terngiang-ngiang&#8221;</p>
<p>Istrinya sangat bersuka cita, tersanjung. Hal itu membuat dia gemar bernyanyi, bernyanyi dan bernyanyi. Mandi dia bernyanyi, masak dia bernyanyi dan tanpa disadarinya dia berlatih, berlatih dan berlatih. Suaminya mendorong hingga dia mulai merekam dan mengeluarkan kaset volume pertama dan ternyata disambut baik oleh masyarakat.</p>
<p>Wanita ini akhirnya menjadi penyanyi terkenal, dan dia terkenal bukan pada saat suaminya ahli musik, tetapi saat suaminya seorang tukang ledeng, yang memberinya sedikit demi sedikit pujian ketika dia menyanyi.</p>
<p>Sedikit pujian memberikan penerimaan. Sedikit pujian memberikan rasa diterima, memberikan dorongan, semangat untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi. Omelan, bentakan, kecaman, amarah atau kritik sesungguhnya tidak akan banyak mengubah.</p>
<br />Posted in Motivasi Tagged: dorongan, Kekuatan Pujian, penyanyi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkardus.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkardus.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkardus.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkardus.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkardus.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkardus.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkardus.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkardus.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkardus.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkardus.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkardus.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkardus.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkardus.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkardus.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=120&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/kekuatan-pujian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db8cc8ce396aa0400fb5510edfe93d8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dolknoll</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1 DOLLAR 11 SEN</title>
		<link>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/1-dollar-11-sen/</link>
		<comments>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/1-dollar-11-sen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 20:43:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otakkardus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[DOLLAR]]></category>
		<category><![CDATA[tersenyum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkardus.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Sally baru berumur delapan tahun ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apapun yang bisa mereka  lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya operasi yang sangat mahal yang sekarang bisa menyelamatkan jiwa Georgi&#8230; tapi mereka tidak  punya biaya untuk itu. Sally mendengar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=118&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sally baru berumur delapan tahun ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apapun yang bisa mereka  lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya operasi yang sangat mahal yang sekarang bisa menyelamatkan jiwa Georgi&#8230; tapi mereka tidak  punya biaya untuk itu.</p>
<p>Sally mendengar ayahnya berbisik, &#8220;Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya sekarang.&#8221;<br />
<span id="more-118"></span><br />
Sally pergi ke tempat tidur dan mengambil celengan dari tempat persembunyiannya. Lalu dikeluarkannya semua isi celengan tersebut ke lantai dan menghitung secara cermat&#8230;tiga kali. Nilainya harus benar-benar tepat.</p>
<p>Dengan membawa uang tersebut, Sally menyelinap keluar dan pergi ke toko obat di sudut jalan. Ia menunggu dengan sabar sampai sang apoteker memberi perhatian&#8230; tapi dia terlalu sibuk dengan orang lain untuk diganggu oleh seorang anak berusia delapan tahun. Sally berusaha menarik perhatian dengan menggoyang-goyangkan kakinya, tapi gagal.</p>
<p>Akhirnya dia mengambil uang koin dan melemparkannya ke kaca etalase. Berhasil !</p>
<p>&#8220;Apa yang kamu perlukan ?&#8221; tanya apoteker tersebut dengan suara marah. &#8220;Saya sedang berbicara dengan saudara saya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi, saya ingin berbicara kepadamu mengenai adik saya,&#8221; Sally menjawab dengan nada yang sama. &#8220;Dia sakit&#8230;dan saya ingin membeli keajaiban.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa yang kamu katakan ?,&#8221; tanya sang apoteker.</p>
<p>&#8220;Ayah saya mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya sekarang&#8230; jadi berapa harga keajaiban itu ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil. Saya tidak bisa menolongmu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya. Katakan saja berapa harganya.&#8221;</p>
<p>Seorang pria berpakaian rapi berhenti dan bertanya, &#8220;Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan oleh adikmu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya tidak tahu,&#8221; jawab Sally. Air mata mulai menetes dipipinya. &#8220;Saya hanya tahu dia sakit parah dan mama mengatakan bahwa ia membutuhkan operasi. Tapi kedua orang tua saya tidak mampu membayarnya&#8230; tapi saya juga mempunyai uang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Berapa uang yang kamu punya ?&#8221; tanya pria itu lagi.</p>
<p>&#8220;Satu dollar dan sebelas sen,&#8221; jawab Sally dengan bangga. &#8220;dan itulah seluruh uang yang saya miliki di dunia ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah, kebetulan sekali,&#8221; kata pria itu sambil tersenyum. &#8220;Satu dollar dan sebelas sen&#8230; harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu&#8221;. Dia Mengambil uang tersebut dan kemudian  memegang tangan Sally sambil berkata : &#8220;Bawalah saya kepada adikmu. Saya ingin bertemu dengannya dan juga orang tuamu.&#8221;</p>
<p>Pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal&#8230;. Operasi dilakukannya tanpa biaya dan membutuhkan waktu yang tidak lama sebelum Georgi dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat.</p>
<p>Kedua orang tuanya sangat bahagia mendapatkan keajaiban tersebut. &#8220;Operasi itu,&#8221; bisik ibunya, &#8220;adalah seperti keajaiban. Saya tidak dapat membayangkan berapa harganya&#8221;.</p>
<p>Sally tersenyum. Dia tahu secara pasti berapa harga keajaiban  tersebut&#8230;satu dollar dan sebelas sen&#8230; ditambah dengan keyakinan.</p>
<br />Posted in Motivasi Tagged: DOLLAR, Motivasi, tersenyum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkardus.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkardus.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkardus.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkardus.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkardus.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkardus.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkardus.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkardus.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkardus.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkardus.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkardus.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkardus.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkardus.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkardus.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=118&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/1-dollar-11-sen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db8cc8ce396aa0400fb5510edfe93d8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dolknoll</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I Z I N</title>
		<link>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/i-z-i-n/</link>
		<comments>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/i-z-i-n/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 20:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otakkardus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[izin]]></category>
		<category><![CDATA[pembantu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkardus.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[MANUSIA itu makhluk paling unik. Selain itu, logikanya sering kacau, sehingga suka menarik kesimpulan sendiri: &#8221;Tuhan tidak adil, tidak memihak yang lemah dan teraniaya.&#8221; Ia memandang adil atau baik dari kacamata sendiri, bukan sesuai kehendak Ilahi. Ketidakadilan itu pula yang disoal seorang ibu, kala dua bayinya yang lucu meninggal. &#8221;Kenapa bukan anak orang lain,&#8221; katanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=115&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MANUSIA itu makhluk paling unik. Selain itu, logikanya sering kacau, sehingga suka menarik kesimpulan sendiri: &#8221;Tuhan tidak adil, tidak memihak yang lemah dan teraniaya.&#8221; Ia memandang adil atau baik dari kacamata sendiri, bukan sesuai kehendak Ilahi.</p>
<p>Ketidakadilan itu pula yang disoal seorang ibu, kala dua bayinya yang lucu meninggal. &#8221;Kenapa bukan anak orang lain,&#8221; katanya menggugat Tuhan. Ia tak rela. Itulah buah kegamangan iman jika cinta pada sesama melebihi kepada Allah.<span id="more-115"></span></p>
<p>Berbeda dengan sikap Barakah &#8216;Abidah di Arabia. Ia sukses. &#8221;Namun, aku masih saja khawatir kalau-kalau penghasilanku sama sekali tidak berarti di hadapan Allah. Karena itu, aku pun sedih seraya berpikir, sekiranya Allah memang benar-benar menginginkan kekayaanku, Dia pasti bakal membinasakan harta dan anak-anakku,&#8221; katanya.</p>
<p>Benar saja. Akhirnya, baik anak-anak maupun hartanya tidak tersisa. &#8221;Namun, semuanya toh malah membuatku bahagia. Aku curiga, jangan-jangan Allah menginginkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagiku melalui berbagai macam ujian ini. Dan inilah cara-Nya mengingat diriku serta menjadikan jiwaku suci,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menyucikan harta juga dilakukan seorang wanita nonmuslim asal Sumatera. Ia senang membelikan peti mati pada keluarga yang tak<br />
mampu. Tiap minggu, dua atau tiga peti pasti disumbangkan. &#8221;Saya merasa nikmat sekali setelah membantu mereka,&#8221; katanya.</p>
<p>Namun, kenikmatan itu ada yang mengganjal. Soalnya, uang untuk membeli peti mati itu bukan jerih payah sendiri, melainkan hasil keringat suami. &#8221;Saya ingin bisnis sendiri agar bisa membelikan peti mati untuk orang-orang tak mampu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Rasanya, jika pemberian itu seizin suami, makna dan barokahnya tetap sama, tanpa ada ganjalan. Persis kisah Narada di pewayangan. Dia putra seorang pembantu. Dia tidak terdidik. Kadang, jika ibunya berhalangan, dia pula yang melayani para resi.</p>
<p>Dalam Srimad-Bhagavata diuraikan bahwa Narada, yang mencuci piring bekas makan para penyembah mulia itu, ingin mencicipi sisa-sisa makanan. Ia pun minta izin kepada para resi. &#8221;Bolehkah saya makan makanan sisa ini,&#8221; kata Narada penuh harap. Diizinkan.</p>
<p>Rupanya, izin itulah yang membebaskannya dari segala reaksi dosa. Rupanya, sisa makanan para resi itu pula yang berangsur-angsur membuat hati Narada sesuci mereka. Bahkan, melalui pergaulan itu, minat hatinya untuk memuji kebesaran Tuhan berkembang pesat.</p>
<p>Cerita tentang izin juga mengingatkan seorang budak cantik bernama Tuhfah di abad IX. Ia tak mengenal tidur maupun makan. Kala kondisinya makin gawat, majikannya mengirim dia ke rumah sakit jiwa. Kendati ia berpakaian mewah dan wangi, kedua kakinya dirantai. Ia sering melantunkan bait-bait syair cinta.</p>
<p>Wahai, aku tidak gila tapi hanya mabuk!<br />
Kalbuku sadar betul dan amat bening.<br />
Satu-satunya dosa dan kesalahanku ialah dengan tidak tahu malu menjadi kekasih-Nya&#8230;</p>
<p>Dan, setelah itu, Tuhfah pingsan. Begitu siuman, ia ditanya siapa  yang engkau cintai?<br />
&#8221;Aku mencintai Zat yang membuatku sadar akan anugerah, yang berbagai macam karunia-Nya menyebabkanku dikenai kewajiban, yang dekat dengan segenap kalbu, yang mengabulkan orang-orang yang membutuhkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Syaikh Al-Saqati yang mendengar syair itu tergetar. Ia menyimpulkan, Tuhfah tidak gila, dan memintanya pergi ke mana saja. Tapi, gadis itu menjawab: &#8221;Aku hanya akan pergi jika majikanku mengizinkan. Kalau tidak, aku akan tetap di sini.&#8221; &#8221;Demi Allah,&#8221; kata Al-Saqati dalam hati, &#8221;ia lebih bijak ketimbang diriku.&#8221;</p>
<p>Tanpa disangka-sangka, majikan Tuhfah datang. Ternyata, wanita yang mahir menyanyi dan bermain harpa itu dibelinya 22.000 dirham. &#8221;Semua kekayaan dan modalku habis,&#8221; katanya. Ia berharap untung. Ternyata,  Tuhfah justru sering termenung, menangis, dan membuat orang lain tidak bisa tidur.</p>
<p>Itu sebabnya, dia dijebloskan ke rumah sakit jiwa. Jika begitu, &#8221;Berapa pun harga yang kau minta, akan kubayar,&#8221; kata Al-Saqati kepada majikan Tuhfah. Tawaran itu dicemoohkan. Memang, Al-Saqati tak punya uang sedirham pun saat itu. Sembari berlinang air mata, ia pulang ke rumah.</p>
<p>Malam itu pula, pintu rumah Al-Saqati diketuk orang. Orang itu, yang menyebut dirinya Ahmad Musni, membawa lima pundi uang. Ia datang atas bisikan &#8221;suara gaib&#8221; agar Al-Saqati bisa membebaskan Tuhfah. Kontan, Al-Saqati bersyukur mencium tanah. Esoknya, ia gamit tangan tamunya menuju rumah sakit.</p>
<p>Tak urung, penebusan itu membuat mata Tuhfah berlinang. Di saat itu pula, majikan Tuhfah datang sembari meratap dan menangis. Aneh!<br />
Janganlah menangis, &#8221;Harga yang kau minta telah kubawakan &#8211;dengan keuntungan lima ribu dinar,&#8221; kata Al-Saqati<br />
(Wanita-wanita Sufi, Dr.Javad Nurbakhsh).</p>
<p>&#8221;Demi Allah, tidak,&#8221; kata majikan Tuhfah. Al-Saqati menambah  keuntungan 10.000 dinar. Lagi-lagi dijawab, &#8221;Tidak, Tuan.&#8221; &#8221;Sekiranya Anda memberiku seluruh dunia ini untuk membelinya, aku tidak akan menerimanya,&#8221; ia menambahkan. Ia ingin membebaskan Tuhfah tanpa penebusan. Budak itu pun pergi dengan linangan air mata.</p>
<p>Waktu pun berlalu. Al-Saqati, majikan Tuhfah, dan Ahmad Musni menunaikan haji. Tapi, di perjalanan, Ahmad wafat. Kala tawaf mengelilingi Ka&#8217;bah, Al-Saqati mendengar ratapan aneh nan pilu, jerit kesedihan dari hati yang terluka. Namun, ia tak mengenalinya. &#8221;Mahasuci Allah! Tidak ada Tuhan selain Dia. Dulu aku pernah dikenal. Kini aku tidak dikenal lagi. Ini aku, Tuhfah,&#8221; katanya.</p>
<p>Masya Allah! Begitu diberitahu bahwa mantan majikannya juga sedang berhaji, gadis itu berdoa sebentar, lalu roboh di samping Ka&#8217;bah dan wafat. Tak lama setelah itu, mantan majikannya yang sedih melihat Tuhfah telah tiada terjatuh di samping Tuhfah, lalu meninggal pula. Tentu, takdir di depan rumah Allah ini seizin-Nya jua.</p>
<br />Posted in Motivasi Tagged: izin, Motivasi, pembantu <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkardus.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkardus.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkardus.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkardus.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkardus.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkardus.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkardus.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkardus.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkardus.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkardus.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkardus.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkardus.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkardus.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkardus.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=115&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/i-z-i-n/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db8cc8ce396aa0400fb5510edfe93d8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dolknoll</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kearifan emas</title>
		<link>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/kearifan-emas/</link>
		<comments>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/kearifan-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 19:48:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otakkardus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan emas]]></category>
		<category><![CDATA[Suara merdeka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkardus.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pemuda mendatangi Zun-Nun dan bertanya, &#8220;Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain.&#8221; Sang sufi hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, &#8220;Sobat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=111&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pemuda mendatangi Zun-Nun dan bertanya, &#8220;Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain.&#8221;</p>
<p>Sang sufi hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, &#8220;Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?&#8221;<span id="more-111"></span></p>
<p>Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, &#8220;Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil.&#8221;</p>
<p>Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor, &#8220;Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak.&#8221;</p>
<p>Zun-Nun, sambil tetap tersenyum arif, berkata, &#8220;Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian.&#8221;</p>
<p>Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor, &#8220;Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas.</p>
<p>Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar.&#8221;</p>
<p>Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, &#8220;Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya &#8220;para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar&#8221; yang menilai demikian. Namun tidak bagi &#8220;pedagang emas&#8221;.</p>
<p>&#8220;Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses, wahai sobat mudaku. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas.&#8221;</p>
<p>** sumber : Suara merdeka</p>
<br />Posted in Motivasi Tagged: guru, Kearifan emas, Motivasi, Suara merdeka <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkardus.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkardus.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkardus.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkardus.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkardus.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkardus.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkardus.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkardus.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkardus.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkardus.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkardus.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkardus.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkardus.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkardus.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=111&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/kearifan-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db8cc8ce396aa0400fb5510edfe93d8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dolknoll</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagian Penting Tubuhmu</title>
		<link>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/bagian-penting-tubuhmu/</link>
		<comments>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/bagian-penting-tubuhmu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 19:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otakkardus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bagian Penting Tubuhmu]]></category>
		<category><![CDATA[ibuku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkardus.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, &#8220;Telinga, Bu.&#8221; Tapi, ternyata itu bukan jawabannya. &#8220;Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=106&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, &#8220;Telinga, Bu.&#8221; Tapi, ternyata itu bukan jawabannya.</p>
<p>&#8220;Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakan lagi nanti.&#8221;<span id="more-106"></span></p>
<p>Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya. &#8220;Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita.&#8221;</p>
<p>Dia memandangku dan berkata, &#8220;Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta.&#8221;</p>
<p>Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, &#8220;Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, Anakku.&#8221;</p>
<p>Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.</p>
<p>Dia bertanya padaku, &#8220;Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?&#8221;</p>
<p>Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.</p>
<p>Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, &#8220;Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar &#8220;hidup&#8221;. Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat pelajaran yang sangat penting.&#8221;</p>
<p>Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air. Dia berkata, &#8220;Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu.&#8221;</p>
<p>Aku bertanya, &#8220;Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?&#8221;</p>
<p>Ibu membalas, &#8220;Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya.&#8221;</p>
<p>Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialamin oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan. Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan. Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.</p>
<br />Posted in Motivasi Tagged: Bagian Penting Tubuhmu, ibuku, Motivasi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkardus.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkardus.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkardus.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkardus.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkardus.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkardus.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkardus.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkardus.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkardus.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkardus.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkardus.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkardus.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkardus.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkardus.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=106&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/05/bagian-penting-tubuhmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db8cc8ce396aa0400fb5510edfe93d8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dolknoll</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persiapan membuat sablon</title>
		<link>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/04/persiapan-membuat-sablon/</link>
		<comments>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/04/persiapan-membuat-sablon/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 16:59:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otakkardus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sablon]]></category>
		<category><![CDATA[afdruk]]></category>
		<category><![CDATA[Cetak]]></category>
		<category><![CDATA[cetak saring]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[kain]]></category>
		<category><![CDATA[kertas]]></category>
		<category><![CDATA[plastic]]></category>
		<category><![CDATA[segala dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkardus.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Persiapan membuat sablon   Secara garis besar percetakan dibagi menjadi 4 bagian yaitu: Cetak Datar, Cetak Dalam, Cetak Tinggi dan Cetak Saring. Cetak sablon termasuk bagian cetak saring, karena menggunakan alat cetak “Screen”/”Screen Printing”. Mengerjakan sablon tidak sulit dan tidak memakan biaya besar, cukup hanya menyediakan peralatan seperti: 1. Screen (kain gasa terbuat dari Polyster/Nylon) 2. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=83&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="margin:10pt 0 0;"><span style="font-family:Cambria;font-size:medium;">Persiapan membuat sablon</span></h2>
<p style="margin:10pt 0 0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Secara garis besar percetakan dibagi menjadi 4 bagian yaitu: Cetak Datar, Cetak Dalam, Cetak Tinggi dan Cetak Saring. <strong><em>Cetak sablon termasuk bagian cetak saring</em></strong>, karena menggunakan alat cetak “Screen”/”Screen Printing”.<br />
Mengerjakan sablon tidak sulit dan tidak memakan biaya besar, cukup hanya menyediakan peralatan seperti:<br />
1. Screen (kain gasa terbuat dari Polyster/Nylon)<br />
2. Rakel (alat sapu terbuat dari karet sintetis)<br />
3. Obat Afdruk (cairan kental/emilsion)<br />
4. Mika (alat pemoles obat afdruk)<br />
5. Sinar Matahari/Kotak Lampu (penyinaran saat mengafdruk)<br />
6. Busa (untuk mengepress film pada screen)<span id="more-83"></span><br />
7. Semprotan Air (pengembang gambar hasil afdruk)<br />
8. Meja Sablon<br />
9. Tinta/Cat (khusus sablon)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Ada 3 aspek tehnik sablon:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><strong>pertama</strong>, Tehnik membuat film sablon,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><strong>kedua</strong>, tehnik mengafdruk screen,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><strong>ketiga</strong>, tehnik sablon segala dasar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Dengan memahami ketiga dasar tersebut, maka anda sudah bisa memulai pekerjaan cetak sablon yang bisa menghasilkan pendapatan tambahan atau pun menjadikan sebagai pekerjaan tetap.<br />
Hasil sablon yang baik sangat ditentukan oleh jenis Screen yang digunakan. sebagai contoh: Untuk menyablon kaos/kain maka screen yang cocok digunakan adalah screen yang berpori-pori kasar dengan type screen T48, T54, T61, T77 dan T90.<br />
Untuk menyablon kertas, plastik, sticker,PVC dll, screen yang cocok digunakan adalah jenis screen sedang dan halus dengan type screen T120, T150, T165, S180 dan S200.<br />
Sedangkan untuk sablon gambar “full colour” raster halus dan sparasi menggunakan type screen S180 dan S200 (nilai screen semakin besar maka kerapatannya semakin tinggi)</span></p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tehnik membuat film</span></span></strong><span style="font-size:11pt;"><br />
<span style="font-family:Times New Roman;">Film sablon adalah sebuah gambar/tulisan yang dibuat dengan manual atau di setting komputer. Film tersebut merupakan “master” yang akan digunakan dalam keperluan cetak sablon. Tanpa film ini pengerjaan sablon tidak dapat dilakukan.<br />
Ada dua syarat dalam pembuatan film sablon yaitu:<br />
Pertama bahan dasar harus berwarna bening atau trasparan,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">kedua, gambar atau tulisan harus berwarna hitam pekat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Ada 4 jenis film sablon:<br />
1. <strong><em>Film Repro</em></strong><br />
Film ini banyak digunakan oleh kalangan profesional sablon karena kwalitasnya sangat bagus untuk menghasilkan afdrukan yang sempurna. Pembuatan film ini menggunakan mesin pembuat repro hasilnya lebih trasparan dan lebih hitam pekat.<br />
2<strong><em>. Film Kalkir</em></strong><br />
Pembuatan film ini cukup praktis, dengan mengeprint dari komputer dengan kertas kalkir atau difotocopy dengan kertas kalkir.<br />
3. <strong><em>Film Minyak</em></strong><br />
Film ini cukup digemari karena berbiaya murah dan praktis. cukup dengan melumuru kertas dengan minyak goreng kemudian dikeringkan.<br />
4. <strong><em>Film Kertas Potong</em></strong><br />
Biasanya film ini dipergunakan untuk membuat cetakan sablon spanduk karena media cetaknya cukup besar, bahan filmnya terbuat dari kertas potong. Proses pembuatannya cukup sederhana: kertas yang sudah dibuat tulisan/gambar langsung di potong dengan pisau cutter sehinggan tiap-tiap huruf/gambar berlubang.<br />
Untuk membuat cetakan sablon berwarna, buatlah film sebanyak warna yang dikehendaki mengikut pola gambar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><strong>Tehnik mengafdruk screen</strong><br />
Proses pengafdrukan merupakan proses yang sangat penting dan menetukan bagi hasil sebuah pekerjaan sablon. Bila hasil afdrukannya baik maka besar kemungkinan akan bagus hasil sablonannya.<br />
<strong><em>Apa itu Afdruk Screen?…………..</em></strong><br />
Afdruk adalah sebuah proses penduplikasian dari gambar/tulisan film ke dalam screen. apapun gambar/tulisan yang ada pada film akan terlihat sama pada screen setelah melalui proses pengafdrukan.<br />
ada dua cara mengafdruk screen:<br />
1. Dengan Matahari<br />
2. Dengan kotak Lampu Neon<br />
Cara kerja kedua cara tersebut sama saja yaitu mengexpose (menyinari) yang telah dipolesi dengan obat afdruk “emulsion” untuk menimbulkan gambar/tulisan ke screen melalui pencahayaan.<br />
Ada 2 macam emulsion yang digunakan untuk mengafdruk screen, pertama jenis solven untuk jenis non kain dan jenis Water Base untuk sablon kain/kaos.<br />
Ada 9 langkah mengafdruk screen:<br />
1. Mencampur Emulsion (obat Afdruk) dan SR/ cairan kuning yang ada dalam kemasan Emulsion. Obat yang sudah dicampur dengan cairan kuning tidak bisa disimpan lama, oleh sebab itu pergunakan secukupnya. Tuangkan Emulsion kedalam wadah kemudian masukan cairan kuning/SR 1:9, aduk hingga benar-benar menyatu.<br />
2. Memoles screen secara merata dengan Emulsion yang telah diaduk dengan SR. Pastikan Screen bersih, kering dan bebas abu. oleskan screen dengan menggunakan Mika, lakukan pemolesan dengan rata pada bagian luar dan dalam screen, tidak boleh ketebalan atau ketipisan dalam pemolesan Emulsion di screen.<br />
3. Mengeringakan screen diruangan tertutup atau gelap. pengeringan boleh dengan Hair Dryer, kipas angin. Peringatan!!! proses ini hanya dilakukan dalam ruangan tertutup yang gelap, jika terkena sinar cahaya terang akan mengakibatkan gagalnya pengafdrukan.</span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">4. Jika sudah kering (masih tetap dalam ruangan tertutup), letakkan film diatas screen secara terbalik. Lapiskan dengan kaca bening, dibawah screen diberi busa (sesuai besar ukuran screen) lalu tekan dan jemur di ruangan terbuka (tersinar matahari) selama 5-20 detik tergantung teriknya matahari, ingat jangan terlalu lama karena akan berakibat gagal afdruk.<br />
5. Proses pengafdrukan dengan menggunakan kotak lampu neon juga sama seperti diatas. Penyinaran menggunakan lampu hendaknya harus benar-benar terang. Gunakan lampu neon/TL 3-4 batang minimal 20 watt/ batang. penyinaran dilakuakan diatas kotak lampu yang dilapisi kaca setebal 5 milimeter, lamanya penyinaran berkisar 5-8 menit.<br />
6. Selanjutnya adalah pengembangan gambar dari hasil penyinaran. Caranya screen yang sudah di sinari matahari atau lampu segera disiram dengan air bersih dala dan luar screen, untuk menyempurnakan diperlukan semprotan air agar gambar/tulisan lebih jelas terlihat. Dalam penyemprotan awal tidak boleh terlalu keras.<br />
7. Setelah pencucian screen dianggap selesai maka screen harus dijemur diterik matahari hingga benar-benar kering.<br />
8. Jika dalam proses pengafdrukan ada kecacatan sedikit (tidak mengganggu gambar atau tulisan, maka proses selanjutnya adalah penambalan dengan sisa Emulsion dan dikeringkan kembali.<br />
9. Proses selanjutnya adalah finising, priksa sekali lagi jangan sampai ada kebocoran di screen. Agar tidak belepotan dalam pengerjaan sablon, tutuplah pinggir-pinggir screen (kayu didalam) dengan Lakban, hal ini juga untuk mengantisipasi kebocoran pada ujung-ujung kayu screen.<br />
Screen yang sudah diafdruk sebaiknya diberi penguat agar tidak mudah rontok, dengan menggunakan HATEMITER/EXTRA FIX (cairan warna merah muda). Poles seluruh permukaan screen dengan penguat tersebut, kemudian keringkan.<br />
Rawatlah screen dengan baik karena sangat rentan terhadap kotoran seperti pasir dan debu. Jauhkan screen dari jangkauan anak-anak, karena bukan mainan anak-anak. Apabila selesai digunakan, sebaiknya langsung dibersihkan minimal bagian gambar/tulisan agar tidak<br />
tersumbat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><em>Sablon bahan dasar kain</em></strong><br />
Menyablon berbahan dasar kain cukup dengan menempelkan screen diatas kain/kaos/spanduk, cukup dengan satu atau dua kali gesutan rakel. Gunakan screen dengan type rendah T48, T54 untuk menghasilkan sablonan yang baik.<br />
Penggunaan cat untuk dasar kain pada dasarnya berwarna putih kental, lalu menjadi berwarna apa saja dengan ditambahkan bahan pewarna “PIGMENT” kedalam cat tersebut. Agar hasil sablonan pada kain tahan lama, campurkan sedikit cairan “PENGUAT WARNA” pada cat yang sudah dicampur dengan pewarna.<br />
Untuk penyablonan kaos/kain sebaiknya menggunakan alas papan triplex pada bagian dalamnya agar cat tidak tembus kebelakang. Hasil sablonan dapat diberi efek mengkilap dengan cara menyablon sekali lagi (gambar/tulisan sablon yang sudah ada) dengan screen yang sama menggunakan bahan TOP COUT.<br />
Sablon timbul pada kertas<br />
Dengan menggunakan “BUBUK TIMBUL”, kita dapat menghasilkan sablon timbul pada kertas dengan cara:<br />
Kertas yang sudah disablon (masih dalam keadaan basah) ditaburi dengan bubuk timbul secara merata. kemudian dikeringkan dengan menggunakan strika (jangan terlalu panas) dengan membalikan kertas tersebut diatas bantalan busa, kemudian press dengan strika.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><em>Sablon bahan dasar plastic</em></strong><br />
Pada perinsipnya menyablon apapun adalah sama saja cara pengerjaannya, dari pembuatan film, mengafdruk sampai mencetak dengan screen. Hanya harus diperhatikan adalah perbedaan jenis screen dan catnya, hal ini tidak boleh tertukar !!!<br />
SABLON PLASTIK<br />
Untuk menyablon berbahan dasar plastik gunakanlah screen type menengah T150 atau T165, sedangkan cat menggunakan jenis POLYTUF atau POLYMATE, tergantung jenis plastik yang digunakan.<br />
Sebagai contoh: jenis plastik bening biasanya menggunakan cat jenis POLYTUF dengan pengencer TERPINE. Sedangkan untuk plastik buram/PVC/ember/gayung dll menggunakan jenis POLYMATE dengan pengencer M4.<br />
Dari kedua jenis tersebut banyak tukang sablon menggunakan cat jenis POLYMATE dengan pengencer M4, dengan alasan jenis cat tersebut cukup baik digunakan untuk kedua bahan dasar plastik tersebut.<br />
Menyablon plastik cukup rumit, harus berlangsung dengan cepat dan stabil. Sering sekali screen yang digunakan cepat kering dan mampet sehingga harus dibersihkan (digosok) berulang-ulang dengan menggunakan kain bersih yang di basahi dengan pengencer.<br />
Untuk mengatasi masalah tersebut, anda harus mengatur tempo penyablonan secara konsisten dalam kecepatan menyablon. Menyablon plastik harus cepat dan tidak boleh berlama-lama.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><em>Sablon bahan dasar kertas</em></strong><br />
Menyablon berbahan dasar kertas, jenis screen yang digunakan adalah type menengah keatas seperti T150, T165, S180 dan S200 agar hasil sablonanya menjadi halus dan bagus.<br />
Cat yang digunakan adalah Vinil Gloss dengan pengencer M3 atau dengan menggunakan pengencer FUJISOL.<br />
Untuk pengafdrukan gunakan obat afdruk yang berbasis SOLVEN atau berbasis minyak.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Pembuatan corak pada screen<br />
Pada tulisan kali ini, saya akan menulis cara membuat corak pada Screen.<br />
Teknik membuat corak/design pada gasa dari Screen ini ada beberapa cara, yaitu:<br />
1. Cara penggambaran langsung (direct painting methode).<br />
2. Cara pemotongan (cut put methode).<br />
3. Cara “PROFILM”.<br />
4. Cara Resist.<br />
5. Cara Photo-copy.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sebelumnya, tentu kita kudu bikin corak pada pada kertas. Bisa saja kita membuat design pake Corel lalu kita print (bisa dengan tinta hitam saja, ataupun berwarna). Setelah pekerjaan selesai, baru kita menentukan cara apa yang akan dipakai untuk memindahkan corak/gambar ke Screen.</span></span></p>
<p style="margin:10pt 0 0;"><span style="line-height:115%;font-family:&quot;font-size:11pt;">Misalnya, kita memilih cara pemotongan (cut put methode). cara ini adalah yang mudah, dan cara ini bisa dilakukan untuk corak-corak yang besar dan tidak banyak variasinya. Sebagai bahan digunakan kertas tipis yang tembus cahaya dan silet/pisau/gunting sebagai alatnya.<br />
Ambilah sehelai kertas tipis (yang tembus cahaya), yang ukurannya lebih besar sedikit dari ukuran dalam rangka Screen, lalu dilapisi dengan larutan sirlak dengan spiritus atau larutan Arabische gom dalam air, yang tipis tapi rata, terus dikeringkan.<br />
Selanjutnya, kertas tersebut diletakkan di atas gambar corak yang udah kita print, dan corak-corak yang warnanya sama digambar pada kertas tersebut pake pensil. Kemudian kertas yang telah digambari kita potong-potong pake silet, sehinga merupakan gambar yang berlubang. Demikian juga wat warna-warna yang lain dikerjakan, sehingga memperoleh satu gambar berlubang untuk tiap warna.<br />
Pekerjaan terakhir ialah melekatkan gambar berlubang tersebut pada gasa Screen dengan menempelkan permukaan gambar yang ada lapisan sirlak atau gom Arabische menghadap ke gasa Screen bagian luar. Selanjutnya untuk gambar yang dilapisi sirlak disetrika dari bagian yang tidak ada lapisan sirlaknya, sambil ditekan sampai gambar melekat betul pada gasa.<br />
Setelah selesai pekerjaan tersebut, bagian dalam dari Screen kita lapisi dengan lak yang tahan terhadap obat-obat kimia yang terdapat dalam tinta pencapan dengan memakai kapas atawa kain yang lunak, dibasahi setengah basah dengan pelarut tersebut, kemudian digosok-gosokkan, sampai lubang menjadi bersih. Untuk mencegah Screen bocor, hendaknya sebelah pinggir dekat rangka dilapisi pula dengan Screen-laquer dari bagian luar atau dilapisi dengan kertas kraft keempat sisi dekat pingir rangka. Selanjutnya dikeringkan, dan setelah kering Screen tersebut siap untuk disablonkan.Mudah, tapi rumit…</span></p>
<br />Posted in Sablon Tagged: afdruk, Cetak, cetak saring, film, kain, kertas, plastic, Sablon, segala dasar <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkardus.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkardus.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkardus.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkardus.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkardus.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkardus.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkardus.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkardus.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkardus.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkardus.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkardus.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkardus.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkardus.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkardus.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=83&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/04/persiapan-membuat-sablon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db8cc8ce396aa0400fb5510edfe93d8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dolknoll</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknik Heat / Hot Press &amp; Teknik Transfer Print</title>
		<link>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/04/teknik-heat-hot-press-teknik-transfer-print/</link>
		<comments>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/04/teknik-heat-hot-press-teknik-transfer-print/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 16:54:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>otakkardus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sablon]]></category>
		<category><![CDATA[Aluminum FOIL]]></category>
		<category><![CDATA[Bludru]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Printing]]></category>
		<category><![CDATA[Embos]]></category>
		<category><![CDATA[Hot Press]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Heat]]></category>
		<category><![CDATA[Transfer Print]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakkardus.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun bukan murni teknik sablon, tapi banyak yang menggolongkan kedua teknik ini ke bidang sablon. Mungkin anda pernah mendengar atau melihat hasil print yang disebut; Aluminum FOIL, Flocking / Bludru, Embos, dan digital printing / transfer prints. OK di tutorial ini saya akan membahas secara sekilas mengenai teknik – teknik ini, supaya anda dapat mengenalnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=81&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="line-height:115%;font-family:&quot;font-size:12pt;">Meskipun bukan murni teknik sablon, tapi banyak yang menggolongkan kedua teknik ini ke bidang sablon. Mungkin anda pernah mendengar atau melihat hasil print yang disebut; Aluminum FOIL, Flocking / Bludru, Embos, dan digital printing / transfer prints. OK di tutorial ini saya akan membahas secara sekilas mengenai teknik – teknik ini, supaya anda dapat mengenalnya<span id="more-81"></span></span></p>
<p><span style="line-height:115%;font-family:&quot;font-size:12pt;"></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><strong><span style="font-family:&quot;font-size:12pt;">Aluminum FOIL</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;font-size:12pt;">Dengan menggunakan lembaran aluminum foil yang khusus dikembangkan untuk pencetakkan, teknik ini memanfaatkan panas mesin Heat / Hot Press untuk melakukan pentransferan gambar / bentuk yang diinginkan. Untuk media kertas / plastik maka biasanya membutuhkan sebuah moulding / plat cetak untuk dapat menghasilkan bentuk yang ingin dicetak. Namun untuk di media kain / textile / kaos, sistem pentransferannya hanya membutuhkan lem perekat khusus untuk dapat merekatkan lembaran foil tersebut ke kain. Untuk menghasilkan bentuk / gambar yang dikehendaki, maka anda dapat menyablonkan lem untuk foil tersebut dengan cara sablon yang seperti biasa, lalu anda tinggal melakukan pengepressan lembaran foil diatas lem yang telah disablonkan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><strong><span style="font-family:&quot;font-size:12pt;">Flocking / Bludru</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;font-size:12pt;">Sama dengan teknik FOIL , anda perlu sebuah lem khusus untuk merekatkan lembaran bludrunya. Untuk penerapan di media kertas ( tidak pernah digunakan untuk media plastik ), tidak perlu menggunakan mesin Heat / Hot Press dan moulding, cukup menyablonkan lemnya di media tersebut lalu mengepressnya dengan cukup memberikan tekanan / beban berat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><strong><span style="font-family:&quot;font-size:12pt;">Embos</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;font-size:12pt;">Teknik ini bertujuan untuk menimbulkan bentuk yang menjorok kedepan ( timbul ). Anda perlu membuat moulding / plat cetak khusus untuk emboss untuk melakukan teknik ini, juga harus menggunakan mesin PON / Preassure Press sehingga mendapatkan tekanan yang cukup untuk dapat mengasilkan efek timbul yang bagus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><strong><span style="font-family:&quot;font-size:12pt;">Digital Printing / Transfer Prints</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;font-size:12pt;">Teknik ini sebenarnya sudah ada sejak lama, dan teknik pentransferan memiliki banyak variasi dalam penggunaannya. Salah satunya adalah yang sering kita dengar akhir – akhir ini yaitu digital prints. Dengan adanya perkembangan dalam teknologi printer dan khususnya teknologi tintanya, sekarang dengan tinta khusus yang disebut tinta sublimasi, maka kita dapat melakukan proses transfer hasil print ke media yang diinginkan hanya dengan menggunakan kertas biasa. Pentransferannya membutuhkan mesin heat / hot press karena prosesnya membutuhkan panas agar tinta sublim tersebut dapat berpindah / transfer. Kelemahannya adalah hasil cetaknya tidak tahan lama dan tidak dapat menghasilkan handfill atau efek – efek khusus tertentu yang diinginkan sebagaimana halnya bisa anda lakukan dengan teknik sablon manual.</span></p>
<p> </p>
<p></span></p>
<br />Posted in Sablon Tagged: Aluminum FOIL, Bludru, Digital Printing, Embos, Hot Press, Teknik Heat, Transfer Print <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakkardus.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakkardus.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakkardus.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakkardus.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakkardus.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakkardus.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakkardus.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakkardus.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakkardus.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakkardus.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakkardus.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakkardus.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakkardus.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakkardus.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakkardus.wordpress.com&amp;blog=5343694&amp;post=81&amp;subd=otakkardus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakkardus.wordpress.com/2008/11/04/teknik-heat-hot-press-teknik-transfer-print/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db8cc8ce396aa0400fb5510edfe93d8d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dolknoll</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
